Kamis, 10 November 2016

TUGAS FOTO ESAI



Ibu adalah seseorang yang paling mencintai anaknya di dunia ini. Pengorbananya untuk kita sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuknya itu tidak ada bandinganya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Disini saya menceritakan proses seorang ibu penjual nasi kuning dan gorengan untuk mencari nafkah mulai dari membuat dagangannya hingga melayani pembeli.
Namanya ibu umi dia memiliki 2 orang anak perempuan salah satunya adalah saya yaitu Eka Yunita Sari. Menurut saya ibu adalah sosok yang lembut, tegas, dan pekerja keras.




pada pukul 13.00 WIB ibu umi mempersiapkan bahan-bahan berupa sayuran kol dan wortel untuk pembuatan gorengan bakwan untuk di jual ke sekolah keesokan harinya. seteleh mempersiapkan bahan berupa sayur-sayuran ibu umi memotong-motong sayur tersebut.

Selanjutnya, ibu umi mempersiapkan bahan untuk pembuatan nasi kuning bahan-bahan yang disiapkan salah satunya adalah kelapa parut.

Setelah memarut kelapa ibu umi mencuci beras untuk pembuatan nasi kuning.

Ibu umi melanjutkan pekerjaan dengan memeras kelapa yang telah di parut tadi dan mencampurkannya dengan kunyit agar menghasilkan warna yang di inginkan.

            Setelah selesai memeras kelapa dan mencuci beras selanjutnya ibu umi mencampurkan semua bahan untuk pembuatan nasi kuning dan ditambahkan sedikit garam agar lebih terasa gurih ucap ibu umi.

Ibu umi melanjutkan kegiatannya dengan bangun di pagi buta pukul 02.30 WIB di saat semua orang masih tertidur lelap dan masih merasakan mimpi indahnya, tetapi ibu umi sudah bangun untuk mencari sebuah rupiah untuk membantu suaminya mencari nafkah. Ibu umi bangun di pagi buta tersebut untuk membuat dagangan yang akan di jualnya di sekolah


Pada pukul 02.30 WIB ibu umi bangun dan mempersiapkan adonan gorengan bakwan. Ibu umi membuat gorengannya di pagi hari agar  tidak mudah cepat basi dan akan masih terasa hangat saat akan di jual, ucap ibu umi.

Selanjutnya, ibu umi mencampurkan semua sayuran yang telah di potongnya. Sayuran tersebut berupa kol dan wortel dan di masukannya ke dalam tepung yang sudah di campurkan air dan bumu-bumu yang sudah di haluskan seperti bawang merah, bawang putih, dan merica yang di buat sebelumnya agar gorengan bakwan terasa enak dan lezat.

Selanjutnya ibu umi, menggoreng bakwan dengan cara di cetak agar terlihat cantik. Dan tidak berbentuk berantakkan.


Pada pukul 05.00 WIB ibu umi membungkus nasi kuning yang sudah di buatnya dan menambahkan beberapa lauk yang sudah di buat sebelumnya. Ibu umi menjual nasi kuningnya dengan hanya harga Rp 3.000. karena kata ibu umi anak sekolahan rata-rata membawa uang jajan hanya Rp 5.000 jadi kalau dia menjual hargan nasi kuning di atas Rp 3.000 anak-anak tidak dapat membeli jajan lainnya. Sungguh betapa mulianya ibu umi di harga bahan makanan yang semakin melunjak mahal ibu umi masih memikirkan kepentingan orang lain.



Setelah selesai pukul 06.00 WIB  membungkus nasi kuning dan selesai membuat gorengan bakwan ibu umi bersiap-siap untuk membawa dagangannya kesekolahan.



Pada pukul 09.00 WIB waktunya anak-anak sekolah istirahat dan ibu umi bersiap-siap untuk melayani pembeli. Dengan sabar ibu umi meladeni anak-anak yang membeli dagangannya. Dengan dagangan ibu umi habis rasa lelah yang Ia rasakan akan hilang dengan rasa bahagia.

NAMA : EKA YUNITA SARI
STAMBUK : B 501 14 052
JURNAL