Ibu
adalah seseorang yang paling mencintai anaknya di dunia ini. Pengorbananya
untuk kita sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita
lakukan untuknya itu tidak ada bandinganya dengan pengorbanan seorang ibu
kepada anaknya. Disini saya menceritakan proses seorang ibu penjual nasi kuning
dan gorengan untuk mencari nafkah mulai dari membuat dagangannya hingga
melayani pembeli.
Namanya
ibu umi dia memiliki 2 orang anak perempuan salah satunya adalah saya yaitu Eka
Yunita Sari. Menurut saya ibu adalah sosok yang lembut, tegas, dan pekerja
keras.
pada
pukul 13.00 WIB ibu umi mempersiapkan bahan-bahan berupa sayuran kol dan wortel
untuk pembuatan gorengan bakwan untuk di jual ke sekolah keesokan harinya.
seteleh mempersiapkan bahan berupa sayur-sayuran ibu umi memotong-motong sayur
tersebut.
Selanjutnya,
ibu umi mempersiapkan bahan untuk pembuatan nasi kuning bahan-bahan yang
disiapkan salah satunya adalah kelapa parut.
Setelah memarut kelapa
ibu umi mencuci beras untuk pembuatan nasi kuning.
Ibu
umi melanjutkan pekerjaan dengan memeras kelapa yang telah di parut tadi dan
mencampurkannya dengan kunyit agar menghasilkan warna yang di inginkan.
Setelah selesai memeras kelapa dan mencuci beras
selanjutnya ibu umi mencampurkan semua bahan untuk pembuatan nasi kuning dan
ditambahkan sedikit garam agar lebih terasa gurih ucap ibu umi.
Ibu
umi melanjutkan kegiatannya dengan bangun di pagi buta pukul 02.30 WIB di saat
semua orang masih tertidur lelap dan masih merasakan mimpi indahnya, tetapi ibu
umi sudah bangun untuk mencari sebuah rupiah untuk membantu suaminya mencari
nafkah. Ibu umi bangun di pagi buta tersebut untuk membuat dagangan yang akan
di jualnya di sekolah
Pada
pukul 02.30 WIB ibu umi bangun dan mempersiapkan adonan gorengan bakwan. Ibu umi
membuat gorengannya di pagi hari agar
tidak mudah cepat basi dan akan masih terasa hangat saat akan di jual,
ucap ibu umi.
Selanjutnya,
ibu umi mencampurkan semua sayuran yang telah di potongnya. Sayuran tersebut
berupa kol dan wortel dan di masukannya ke dalam tepung yang sudah di campurkan
air dan bumu-bumu yang sudah di haluskan seperti bawang merah, bawang putih,
dan merica yang di buat sebelumnya agar gorengan bakwan terasa enak dan lezat.
Selanjutnya
ibu umi, menggoreng bakwan dengan cara di cetak agar terlihat cantik. Dan tidak
berbentuk berantakkan.
Pada
pukul 05.00 WIB ibu umi membungkus nasi kuning yang sudah di buatnya dan
menambahkan beberapa lauk yang sudah di buat sebelumnya. Ibu umi menjual nasi
kuningnya dengan hanya harga Rp 3.000. karena kata ibu umi anak sekolahan
rata-rata membawa uang jajan hanya Rp 5.000 jadi kalau dia menjual hargan nasi
kuning di atas Rp 3.000 anak-anak tidak dapat membeli jajan lainnya. Sungguh
betapa mulianya ibu umi di harga bahan makanan yang semakin melunjak mahal ibu
umi masih memikirkan kepentingan orang lain.
Setelah
selesai pukul 06.00 WIB membungkus nasi
kuning dan selesai membuat gorengan bakwan ibu umi bersiap-siap untuk membawa
dagangannya kesekolahan.
Pada
pukul 09.00 WIB waktunya anak-anak sekolah istirahat dan ibu umi bersiap-siap
untuk melayani pembeli. Dengan sabar ibu umi meladeni anak-anak yang membeli
dagangannya. Dengan dagangan ibu umi habis rasa lelah yang Ia rasakan akan
hilang dengan rasa bahagia.
NAMA : EKA YUNITA SARI
STAMBUK : B 501 14 052
JURNAL









