Rabu, 26 Oktober 2016

tugas jurnalistik kontemporer - opini tentang Citizen Journalism



Citizen Journalism
Citizen journalism atau jurnalisme warga merupakan aktivitas pencarian, pemrosesan, sampai pada penyajian berita yang semuanya dilakukan oleh warga nonprofesional. Jadi dalam citizen journalism warga dapat dikatakan sebagai pewarta berita. Berita yang dibuat merupakan hasil pencarian, pemrosesan, dan penyajian yang dilakukan oleh warga. Berita tersebut tidak dipublikasikan melalui media massa resmi melainkan melalui situs blog warga yang bersangkutan atau situs-situs khusus citizen journalism.
Dalam citizens journalism, siapa pun bebas memberitakan sesuatu apa yang ingin dia publikasikan. Siapa saja berhak menginformasikan berita dalam citizens journalism. Di sinilah letak kelemahan citizens journalism. Dikarenakan siapa saja bebas membuat berita, maka isi berita yang disampaikan dalam citizen journalism kurang dapat dipertanggung jawabkan. Tidak ada yang bertanggung jawab dalam pemberitaan melalui citizens journalism. Berbeda dengan jurnalisme profesional yang terikat dengan kode etik, dalam citizen journalism tidak ada aturan . Citizen journalism juga memberitakan sesuatu tanpa berpikir dan tanpa proses pengeditan
Citizen journalism saat ini berkembang sangat pesat mulai dari kalangan remaja hingga orang dewasa dapat memberitakan segala sesuatu melalui situs blog mereka, Hal inilah yang bersinggungan dengan sesuatu yang disebut etika pers. Dalam etika pers, pemberitaan sesuatu harus dapat dipertanggung jawabkan. Adapun dalam citizen journalism pertanggung jawaban ini tidak jelas keberadaannya.
Di dalam citizen journalism tidak hanya memberitakan sebuah peristiwa di sebuah situs blog tetapi mereka juga membuka sebuah ruang komentar publik disini pembaca atau para khalayak bisa memberikan kritik, saling berinteraksi atau memberikan saran kepada citizen.  
Citizen journalism menceritakan tentang sebuah kebebasan berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat insan pers cukup khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa di katakana adalah sebuah ladang yang tadinya eksklusif bagi para wartawan sekarang  bisa di masuki oleh siapa pun dan dapat di beritakan oleh siapa saja.
dapat dikatakan pertanggung jawaban citizen journalism masih belum jelas. Sejauh ini tampaknya kita hanya bisa berharap di dalam citizen journalism ini tidak dipersalahgunakan. Siapa pun yang membuat berita dalam citizen journalism harus bisa mempertanggung jawabkan sendiri isi beritanya. Selain itu dituntut kesadaran warga untuk membuat berita yang akurat dalam citizens journalism dan tidak bertentangan dengan etika pers.
NAMA            : EKA YUNITA SARI
STAMBUK    : B 501 14 052
KELAS           : B
JURNAL


Senin, 10 Oktober 2016

Tugas Jurnalisme kontemporer review film the fifth estate.



The Fifth Estate

The Fifth Estate berkisah tentang dua orang pendiri situs Wikileaks. Pendirinya adalah seorang jurnalis Daniel berg dan seorang hacker komputer Julian Assange mereka bertemu di chaos communication congress di berlin. Daniel tertarik dengan aktivitas online yang membuatnya mendekat ke Assange. Mereka berdua berkorespondensi melalui e-mail. Mereka kemudia mulai bekerja bersama di wikileaks. Website tersebut berisi informasi yang disembunyikan kepada publik dengan sumber yang tidak dimunculkan.
Target pertama mereka adalah bank Swiss, Julius Baer, yang cabangnya di cayman islands terhubung dengan aktivitas illegal. Meskipun Baer kemudian menuntut mereka namun mereka masih bisa menjalankan wikileaks. Kepercayaan diri mereka kemudian, keduanya memunculkan informasi rahasia selama tiga tahu kemudian. Salah satunya rahasia scientology yang mengungkapkan akun e-mail Sarah Palin, anggota British National Party.
Daniel pada awalnya senang dengan pekerjaan di Wikileaks. Ia bertujun untuk megubah dunia dengan memunculkan rahasia yang selama ini tidak di ketahui oleh publik. Namun lama-keamaan hubungannya dengan Assange mulai memburuk. Kehidupan pribadi Daniel juga terganggu karena Wikileaks. Ia diberhentikan dari pekerjaanya dan memiliki masalah dengan orang yang terungkap rahasianya. Assange sendiri mengungkapkan bahwa kehidupannya lebih bermasalah. Obsesi Assange terhadap wikileaks memiliki tujuan yang berbeda dengan Daniel. Ia pernah mengalami trauma saat kecil hal tersebut akhirnya lebih menonjol dari pada tujuan ingin mengubah dunia.
Assange juga menyebutkan bahwa perlindungan terhadap narasumber sangat penting. Namun Daniel merasa bahwa itu hanya cara Assange agar orang-orang mau berbicara tanpa peduli siapa yang nantinya tersakiti. Ketegangan antara mereka berdua bertambah buruk saat Bradley Manning membocorkan ratusan dari ribuan dokumen pada Wikileaks, termasuk video pesawat tempur di Baghdah, Afghan, dan Iraq War Logs, serta US Dipolmatic Cables. Assange ingin membocorkan document tersebut segera tapi Daniel ingin agar mereka mereview document tersebut terlebih dahulu. Sebelum Assange bertindak lebih jauh, Daniel member lain Wikileaks menghapus website tersebut dan menutup akses Assange ke server.

Dan pad akhirnya Wikileaks tetap berjalan membocorkan informasi dan dokumen Manning dirilis tanpa redaksi. Sementara Daniel menulis sebuah buku tentang keterlibantannya dengan organisasi tersebut.

Nama : Eka yunita sari
stambuk : B 501 14 052